Hidup Sehat di Era Pandemik

Wabah pandemik Corona Virus Covid19 sudah merebak dan mempengaruh hampir seluruh penduduk dunia. Indonesia pun terkena dampak penyebaran virus Covid19 dan mulai mempengaruhi seluruh sendi kehidupan. Dalam rangka mencoba memahami dan mencari solusi kehidupan di tengah wabah pandemik ini, Paguyuban Asmari Kertajaya mengadakan webinar dengan tema Hidup Sehat di Era Pandemik dengan narasumber dr. Eko Wahju Tjahjono. Beliau adalah Chief Medical Officer di Pertamina Hulu Mahakam.

Dr. Eko Wahju Tjahjono menekankan bahayanya Covid19, karena belum ditemukan vaksin serta belum ada pengobatan khusus. Pengobatan yang dilakukan adalah pengobatan untuk mengobati gejala-gejalanya saja. Meski pun begitu, Covid19 adalah self-limiting disease, sehingga diperlukan kewaspadaan setiap orang untuk melakukan physical distancing serta meningkatkan hygiene atau kebersihan. Selain itu, sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan diet seimbang, olahraga rutin, istirahat yang cukup dan menurunkan tingkat stres.

***

Dengan sangat jelas dan gamblang, dr. Eko Wahju Tjahjono menjelaskan prinsip-prinsip kedokteran terutama bagaimana memahami relasi antara dokter dan pasien, yang utamanya diperlukan adanya “trust” atau kepercayaan kepada dokter. Tanpa adanya “trust” ini, maka pe-tatalaksanaan medis menjadi kurang efektif.

“Untuk semua tindakan medis, diperlukan persetujuan antara tiga pihak, yaitu medical provider atau rumah sakit beserta dokternya, penjamin administrasi pembayaran baik asuransi mau pun pribadi serta pasien itu sendiri,” demikian papar dr. Eko Wahju Tjahjono.

Dalam memahami penyakit yang ditimbulkan oleh Covid19, dr. Eko Wahju Tjahjono menegaskan kembali perlunya pemahaman atas proses penegakan diagnosis. Hal ini perlu dilakukan secara terintegrasi dengan secara rinci mengumpulkan anamnesa atau keluhan dari pasien. Deskripsi keluhan pasien yang baik, maka secara 70% sudah mendukung diagnosis yang tepat. Selain anamnesa, diperlukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis yang baik.

Supaya dapat terus bertahan dan hidup sehat di era wabah pandemik ini, dr. Eko Wahju Tjahjono menjelaskan perlunya memahami faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan seseorang. Faktor-faktor tersebut adalah pelayanan kesehatan, keturunan, lingkungan dan perilaku. Namun faktor perilaku inilah yang paling berpengaruh untuk status kesehatan seseorang. Meski pun begitu, faktor perilaku adalah satu-satunya faktor yang paling bisa dirubah.

Webinar Perdana Asmari Purwokerto

Dalam kondisi pandemik Covid19 sekarang ini, Paguyuban Asmari Purwokerto mengadakan webinar online pada tanggal 16 April 2020 dengan fasilitas Zoom online meeting. Webinar ini dilaksanakan dengan mengundang nara sumber Dirjen Perhubungan Darat Drs. Budi Setiadi SH, MSi dan Staf Ahli Menteri Perhubungan Dr. Cris Kuntadi. Acara webinar perdana ini dipandu oleh Akhsin Muammar.

Dalam acara webinar Asmari Kertajaya dengan tajuk #tidakmudik #tidakpiknik #tetapasyik ini, Cris Kuntadi yang juga selaku Ketua Umum Pengurus Paguyuban Asmari Purwokerto memaparkan secara detail kebijakan pemerintah mengenai transportasi. Beliau juga menghimbau warga masyarakat untuk tidak mudik dalam kondisi pandemik Covid19 ini.

Budi Setiadi memaparkan perkembangan terkini mengenai kebijakan pemerintah terutama untuk perhubungan darat dalam situasi wabah pandemik Corona Virus yang sudah mencapai taraf mengkhawatirkan. Beliau menegaskan bahwa protokol kesehatan untuk semua moda transportasi akan diperketat dan dipertegas. Terutama untuk protokol kewajiban mencuci tangan dan pemakaian masker.

“Begitu juga dengan awak kendaraan, dan juga berlaku untuk masyarakat yang mengendari kendaraan harus menerapkan physical distancing dan selalu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan sesering mungkin”, demikian papar Budi Setiadi.

Sedangkan untuk himbauan untuk tidak mudik, sekarang ini pihak Ditjen Perhubungan Darat sedang menggodok skenario untuk mengevaluasi dan melakukan simulasi untuk larangan mudik. Dalam waktu dekat akan disusun konsep dan tata waktunya.

Mengenai peraturan untuk sepeda motor, Budi Setiadi menegaskan bahwa tidak ada lagi pertentangan antara Peraturan Menteri Kesehatan dan Peraturan Menteri Perhubungan. Karena keduanya saling mendukung dan melengkapi.

“Secara prinsip, sepeda motor adalah untuk angkutan barang. Namun untuk masing-masing daerah mempunyai karakteristik transportasi yang berbeda, sehingga Kemenhub memberi kelonggaran untuk daerah-daerah tertentu agar sepeda motor dapat digunakan juga untuk mengangkut penumpang”, begitu penjelasan Budi Setiadi.