Berbakti Pada Negeri

Namanya sudah menunjukkan jiwa kepahlawanan. Umarotun Niswah. Artinya Umar Versi Perempuan. Itu merupakan harapan ayahanda Uma, begitu ia biasa disapa. Supaya mencontoh khalifah Islam yang kedua. Uma lahir di Meulaboh, Aceh pada tahun 1993.

Uma merupakan wanita lulusan SMA Negeri 2 Purwokerto tahun 2011. Semasa di SMA, pelbagai aktivitas dijalaninya. Mulai dari belajar organisasi di Rohis dan MPK. Selain itu, Uma juga cemerlang dalam pelajaran matematika dan selalu aktif mengikuti lomba-lomba OSN.

Continue reading

Berprestasi di Pertamina

Alumni SMA Negeri se-Purwokerto memang sangat membanggakan. Tidak hanya para senior yang sudah melanglang buana dan mengecap asam garam kehidupan. Namun para milenial-pun turut mewarnai kancah nasional. Tidak sia-sia perjuangan Jendral Gatot Subroto dan para pejuang Brigade Tentara Pelajar yang telah meletakkan dasar-dasar pendidikan dengan mendirikan SMA Negeri 2 Purwokerto.

Salah satu alumni-nya adalah Gilang Donny Pradana, lulusan SMA Negeri 2 Purwokerto tahun 2009. Gildon begitu dia biasa dipanggil teman-teman dekatnya. Masih muda, namun prestasinya luar biasa. Semasa SMA, Gildon dikenal sebagai coach untuk debat bahasa Inggris. Selepas lulus SMA, Gilang melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Jendral Sudirman Purwokerto. Ia lulus kuliah tahun 2013.

Continue reading

Motor Penggerak Asmari Purwokerto

Namanya Andrijani Sulistiowati. Biasa dipanggil Andri. Tentu ia lebih suka dipanggil mba daripada ibu. Ia lulus sekolah dari SMA Negeri 1 Purwokerto tahun 1987. Prestasi di sekolah biasa-biasa saja, namun kemampuan dan pengalaman berorganisasi yang luar biasa. Sekarang ia menggawangi Law Office Andrijani Sulistiowati and Partners di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Telah berkecimpung sebagai praktisi hukum lebih dari 27 tahun selepas lulus kuliah.

Continue reading

Perbankan Syariah Semakin Bergairah

Kiranya sekarang sudah menjadi trend bagi masyarakat Indonesia untuk secara konsisten memakai jasa perbankan dan layanan keuangan syariah. Melihat trend besar tersebut,  bank-bank raksasa di Indonesia pun berlomba-lomba memberikan pelayanan jasa syariah. Jasa perbankan syariah Islami ini tidak lagi menjadi jasa pelengkap, bahkan sekarang cenderung menjadi jasa perbankan utama untuk masyarakat.

Salah satu praktisi perbankan syariah di sebuah bank syariah terbesar di Indonesia adalah Akhsin Muammar. Sekarang ini Akhsin telah menjabat sebagai Manager pada pelbagai posisi di Bank Syariah Mandiri. Karier perbankan Akhsin, yang merupakan alumni SMA Negeri 2 Purwokerto lulusan tahun 2003 ini cukup cemerlang.

Akhsir Muammar: pakar perbankan syariah.

Selepas lulus dari SMA Negeri 2 Purwokerto, Akhsin tertarik untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah di Jakarta. Awalnya karena rasa penasaran dengan faham Islam Liberal yang sering dikaitkan dengan kurikulum pendidikan UIN Syarif Hidayatullah. Namun, setelah ia menjalani pendidikan sampai lulus menjadi sarjana, aspek-aspek Islam Liberal justru tidak ia jumpai. Memang ada sebagian kecil mahasiswa yang berfaham Islam Liberal, tetapi tidak signifikan.

Alih-alih, Akhsin justru banyak menjumpai dosen yang bergiat dalam perbankan syariah. Alhasil, ia mulai memahami, menggali dan mencintai perbankan syariah.

“Sejak mahasiswa, lingkungan perkenalan dan pertemanan saya adalah para pegiat studi ekonomi Islam”, tandas Akhsin.

Akhsin juga meningkatkan lagi akan pemahaman mengenai perbankan syariah dengan melanjutkan studi untuk mendapatkan MBA (Master of Business Administration) sekaligus dari dua institusi yaitu Universitas Indonesia dan Universite Grenoble Alpes di Perancis. Sebagai informasi, Universite Grenoble Alpes merupakan universitas terkemuka di Perancis yang telah melahirkan beberapa pemimpin dunia, seperti Presiden Korea Selatan, Presiden Jerman dan sejumlah menteri keuangan di negara terkemuka.

***

Akhsin meyakini akan prospek yang besar dari perbankan syariah di Indonesia.

“Semua bank syariah selama masih beroperasi aktif diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Dewan Syariah Nasional MUI. Jadi memilih bank syariah saat ini lebih krn aspek bisnisnya saja”, demikian jelas Akhsin.

Lebih lanjut Akhsin menegaskan bahwa untuk aspek kesyariahan, semua institusi perbankan comply kepada hukum positif dan hukum syariah yang didasarkan Fatwa Ulama Negara, bukan ulama perseorangan.

Dengan jamimam tersebut, maka masyarakat lebih mudah memilih jasa perbankan syariah yang nyaman di hati, yang layanannya bagus, yang teknologinya canggih, yang dekat rumah, atau pun yang dikenal baik.

Akhsin sangat optimis dengan  perkembangan dan potensi perbankan syariah sekarang ini. Karena di tingkat nasional sudah dibentuk Komite Nasional Keuangan Syariah, diketuai Presiden RI langsung. Dengan demikian percepatan perbankan syariah di Indonesia akan semakin bagus.

Menggerakkan Semesta dengan Ketertarikan

Manusia adalah makhluk yang memang tiada tara. Dibekali otak untuk berfikir dan juga rasa untuk mengindera. Dengan mengikuti rasa, maka semangat hidup akan menyala mengikuti arah ketertarikan kita. Dan semesta pun senantiasa mengikutinya.

Mengolah rasa, itulah prinsip hidup Mutia Amelia Febriana. Sehingga dalam usia yang masih muda, namun sudah mampu menggenggam dunia. Bahkan pelbagai penghargaan nasional tentang seni dan arsitektur budaya pun diraihnya.

Continue reading